Penyakit Gondok

Penyakit Gondok  – Kelenjar gondok (thyroid) dapat terjadi pada laki-laki atau perempuan, bahkan penyakit gondok pun dapat menimpa anak-anak. Bila fungsinya lemah, atau menurun, maka tumbuh kembang anak akan terhambat.

Penyakit Gondok

Penyakit Gondok

Penyakit Gondok

Apabila kurang giatnya kerja gondok baru terjadi pada usia remaja, maka yang akan terjadi adalah kelainan atau cacat tubuh dan kecerdasan yang disebut dengan kasus myxoedem. Penyakit gondok yang terjadi pada anak yang baru lahir atau bayi yang baru berusia 2-3 bulan, akan menampakkan ketidaknormalan terutama pada fungsi di kelenjar otak.

Kelenjar gondok atau gondongan juga dapat terganggu jika kekurangan iodium. Iodium dibutuhakan tubuh sebagai bahan dalam menghasilkan hormon gondok. Hormon gondok dibutuhkan untuk mengatur metabolisme tubuh.

Oleh karenanya jika kerurangan bahan baku seperti iodium, kelenjar gondok akan memperbesar diri dan nampak pada bagian depan batang leher. Gondok yang tumbuh jika diraba terasa lembek dan simetris. Proses pembesaran dihentikan dengan memberikan tambahan iodium.

Kasus penyakit gondok yang umumnya disebabkan oleh kekurangan iodium tidak berbahaya. Namun, kelenjar gondok yang sudah membesar akan mengakibatkan hal yang fatal pada kecacatan terutama jika terjadi pada anak-anak.

Penyakit gondok atau penyakit gondongan merupakan salah satu jenis penyakit yang diakibatkan karena serangan virus mumps yang biasanya menyerang bagian kelenjar ludah. Kelenjar ini biasanya terletak pada depan telinga sehingga gejala dari penyakit gondok ini ditandai dengan pembengkakan pada pipi. Pembengkakan yang terjadi pada pipi ini bisa terjadi satu atau juga kedua sisi dan juga kelenjar ludah yang mengalami bisa lebih dari satu. Dan penyakit gondongan yang lebih sering menyerang anak-anak yang sudah berusia besar, dan biasanya sangat jarang terjadi pada bayi. Dan bisa saja terjadi pada anak laki-laki serta anak perempuan juga.

Gejala Penyakit Gondok

Gejala Gondok atau penyakit gondongan yang terjadi adalah demam, sakit kepala, lelah dan lesu, nafsu makan yang berkurang, dan kemudian disusul dengan terjadinya pembengkakan pada pipi disekitar rahang bawah yang dekat dengan telinga dan kemudian mengalami sakit pada leher atau mengalami sakit telinga. Serta gejala yang lain adalah sakit tenggorokan sehingga tidak bisa membuka mulut dan juga mengalami susah menelan, dan paling utama adalah 2 hari yang pertama.

Sedangkan gejala gondongan yang terjadi pada orang dewasa biasanya ditandai dengan gejala yang lebih berat. Remaja serta orang yang dewasa dan khususnya pada pria jika mengalami penyakit gondok biasanya akan mengalami gejala lebih berat lagi dan biasanya terjadi dalam jangka waktu lebih lama. Untuk anak-anak, gejala gondongan umumnya tidak terjadi dengan lebih berat, namun walaupun demikian dari semua keseluruhan dari penderita, dan 1/3 orang yang tidak mempunyai dengan gejala yang berat.

Penyakit gondongan atau penyakit gondok bisa menimbulkan komplikasi seperti tuli dan mengalami mandul. Gejala gondongan yang terjadi pada anak-anak memang tidak ditandai dengan kasus atau gejala yang berat, namun bisa saja bisa menimbulkan suagtu komplikasi dan salah satunya adalah terjadinya gangguan pada pendengaran. Sevelum ditemukan kasus vaksin mups, penyakit ini adalah salah satu jenis penyakit yang bisa menimbulkan ketulian yang paling banyak terjadi pada anak-anak. Munculnya ketulian ini bisa saja terjadi dengan bertahap, dan bahkan bisa permanen.

Komplikasi Penyakit Gondok

Untuk orang yang berusia remaja atau dewasa, salah satu bentuk komplikasi dari penyakit ini adalah orchitis atau terjadinya peradangan pada testis yang bisa terjadi selama beberapa hari setelah mengalami pembengkakan pada pipi. Dan sekitar 30 persen kasus laki-laki post pubertas yang mengalami gondongan akan mengalami suatu pembenkgkakan dan salah satu atau juga pada kedua testis yang terjadi sangat nyeri. Hal ini berakibat menyebabkan terjadinya pembengkakan di salah satu atau juga pada keuda testis yang bisa menimbulkan nyeri. Jika testis ini mengalami pengecilan yang terjadi secara permanen. Sedangkan jika terjadi pada laki-laki yang sudah pubertas, peradangan yang terjadi ini bisa menyebakan kemandulan di suatu saat namun hal ini biasanya jarang terjadi.

Selain itu juga, penyakit gondok atau gondongan yang  bisa memunculkan dari terjadinya suatu bentuk komplikasi yang sangat berat salah satunya adalah seperti ensefalitis atau meningitis. Pada pria, terkadang terjadi radang sendi yang sifatnya hanya terjadi sementara saja. Selain itu, komplikasi yang terjadi pada bagian organ tubuh yang lain adalah gangguan pada jantung, pankreas, dan ovarium dan bahkan kematian. Namun untuk kasus ini sepertinya jarang terjadi dan jarang ditemukan.

Obat gondok yang diberikan bukan obat antibiotik karena obat ini disebabkan karena virus sehingga tidak akan mati hanya dengan memberikan obat antibioti. Dan secara umum tidak ada obat gondok yang khusus yang dilakukan untuk penyakit gondongan, obat gondok yang diberikan juga biasanya bertujuan untuk mengurangi gejala penyakit gondok saja, Selain itu, untuk membantu mengurangi terjadinya demam dan rasa sakit maka biasanya akan diberikan obat gondok seperti obat parasetamol. Cukup dengan mengompres menggunakan air hangat atau juga air dingin yang bisa saja dilakukan dengan cara mengurangi nyeri yang muncul di pipi.

Pipi yang mengalami pembengkakan biasanya akan kempes sendiri, namun berapa lamanya proses ini semuanya tergantung dari sistem daya tahan tubuh dan keganasan yaang terjadi.

Penyakit Gondok


=====================================

>>> Propolis Melia Nature Untuk Mengobati Penyakit Gondok dan Penyakit Lainnya,Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Obat Gondok and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Penyakit Gondok

  1. yuti says:

    adh berbagai mbat gondoknya belum ilang jga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>