Penyebab Gondok

Penyebab Gondok  – Kelenjar tiroid (gondok) berjumlah sepasang (2 lobus) dan terletak di leher bagian depan dan dibawah jakun. Kelenjar gondok menghasilkan hormon tiroksin. Hormon tiroksin mengandung yodium. Fungsi hormon tiroksin adalah mengatur pertukaran zat (metabolisme) di dalam tubuh serta mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tubuh serta mental.

Penyebab Gondok

Penyebab Gondok

Penyebab Gondok

Penyebab Gondok  adalah karena Kekurangan yodium dalam makanan dapat mengakibatkan terganggunya pembentukan tiroksin. Bila kekurangan yodium berlangsung dalam waktu lama maka dapat mengakibatkan pembesaran kelenjar gondok.

Bila kelenjar tiroid memproduksi terlalu banyak tiroksin akan mengakibatkan metabolisme tubuh berlangsung dengan cepat. Penderita umumnya menjadi gelisah, emosional, pernapasan cepat dan tidak teratur, terlalu aktif dan berat badan menjadi menurun. Selain itu mata menjadi melebar, bola mata menonjol ke luar, dan kelenjar gondok membengkak. Sebaliknya, kekurangan hormon tiroksin akan menyebabkan menurunnya metabolisme, melembeknya otot yang berlebihan, tubuh menjadi gemuk dan lamban serta lambat berfikir.

Jika terjadi pada masa kanak-kanak kekurangan hormon tiroksin mengakibatkan pertumbuhannya menjadi lambat dan mentalnya menjadi terbelakang. Kelainan ini disebut kretinisme. Biasnaya penderita memiliki ciri-ciri : lidahnya mmebesar, bibirnya tebal dan selalu terbuka.

Penyebab gondok bisa disebabkan dan ditularkan saat seseorang sedang menyedot atau mengisap virus gondok atau gondongan yang sudah dikeluarkan lewat batuk atau bersin ke udara oleh mereka yang menularkan enyakit tersebut. Virus dari penyakit gondok baisanya juga ditularkan dari orang ke orang dengan proses kontak langsung lewat air liur yang mengalami infeksi. Selain itu, penularan penyakit gondok ini juga bisa ditularkan sekitar 7 hari sebelum dan 9 hari setelah proses terjadinya pembengkakan pada kelenjar liur. Penularan yang terjadi maksimal sekitar 2 hari sebelum dan juga 4 hari setelah gejala gondok muncul. Waktu dari seseorang saat mengalami eksposur yang terjadi pada vrius ini dan kemudian mengalami jatih sakit bisa berkisar diantara 12p-25 hari namun biasanya paling umum terjadi dari 16-18 hari.

Mereka yang beresiko mengalami penyakit gondok adalah siapa saja yang mengalami penilaran. Kecuali adalah mereka yang sudah mengalami infeksi gondongan dimasa lalu atau sudah diberikan imunisasi atau diberikan vaksin.

Pencegahan Penyakit Gondok

Pencegahan penyebab gondok dilakukan dengan cara :

  1. Penderita penyakit gondok harus berada di dalam rumah paling tidak selama 9 hari setelah pembengkakan terjadi untuk bisa membantu menghentikan proses penularan virus ke orang lain.
  2. Pemberian dari vaksin MMR bisa membantu untuk melindungi penyakit gondok, penyakit campak, rubella dan adalah satu bagian dari jadwal vaksinasi secara standar. Vaksin dari MMR biasanya harus diberikan untuk anak-anak yang berusia 12 bulan dan diberikan sekali lagi pada saat usia mereka 4 tahun.
  3. Untuk orang yang lehir pada tahun sebelum 1966 maka mereka harus mendapatkan sekitar 2 kali dosis vaksin MMR.

Untuk anak-anak yang mengalami penyakit gondok, biasanya hampir semua anak-anak akan sembuh total tanpa ada penyulit, namun terkadang gejala ini akan semakin memburuk setelah 2 miggu. Komplikasi penyakit gondok bisa terjadi pada organ selain dari kelenjar liur, biasanya terjadi setelah masa pubertas. Komplikasi lain yang bisa terjadi sebelum atau juga setelah kelenjar liur mengalami pembengkakan atau yang tanpa disertai dengan adanya pembengkakan pada kelenjar liur. Beberapa komplikasi penyakit gondok adalah :

  1. Orkitis
    Gangguan ini merupakan salah satu peradangan yang terjadi pada salah satu atau juga pada kedua testis. Dan jika sudah sembuh, testis biasanya akan menciut. Namun hal ini jarang terjadi kerusakan secara permanen sehingga bisa menimbulkan suatu kemandulan.
  2. Ovoritis
    Hal ini merupakan salah satu bentuk peradangan yang terjadi pada kedua indung telur. Munculnya rasa nyeri perut yang terjadi dengan ringan dan juga jarang menyebabkan terjadinya kemandulan.
  3. Ensefalitis atau meningitis
    Peradangan yang terjadi pada otak dan juga pada selaput otak. Gejalanya ditandai dengan sakit kepala, mengantuk, koma atau mengalami kekejangan.
  4. Pankreatitis
    Gangguan ini terjadi pada peradangan di pankreas.
  5. Peradanganj ginjal
    Terjadi dengan ditandai penderita biasanya akan mengeluarkan air kemih dengan warna yang kental dengan jumlah yang banyak juga.
  6. Radang sendi

Obat gondok yang diberikan adalah obat untuk meredakan nyeri yang bisa membantu mengatasi masalah sakit kepala yang muncul dan mengalami malaise. Obat gondok seperti aspirin yang sebaiknya jangan diberikan pada anak-anak karena hal ini akan memicu resiko terjadinya penyakit Sindrome Reye. Pemberian obat gondok berupa kortikosteroid yang diberikan paling tidak selama 2-4 hari dan juga globulin gamma akan dipikirkan jika seseorang mengalami komplikasi seperti terjadinya orkitis. Jika mengalami pembengkakan testis, maka obat gondok yang diberikan adalah dengan tirah baring. Dan bisa mengompres es batu untuk membantu mengurangi rasa sakitnya.

Sebaiknya istirahatkanlah penderita jika memang mereka masih mengalami demam dan terjadinya pembengkakan pada kelenjar parotis yang masih terjadi. Karena penderita biasanya mengalami masalah pada gangguan menelan atau juga mengunyah makanan, maka sebaiknya penanganannya dilakukan dengan cara memberikan makanan lunak dan hindarilah minuman yang asam karena hal ini malah akan memicu rasa sakit pada kelenjar air liur.

Itulah informasi mengenai penyakit gondok dan obat gondok. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda semua.

Penyebab Gondok


=====================================

>>> Propolis Melia Nature Untuk Mengobati Penyakit Gondok dan Penyakit Lainnya,Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Obat Gondok and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>